Beragam Pilihan Wisata Budaya dan Sejarah Di Banda Aceh

Banda Aceh merupakan ibukota provinsi  Nanggroe Aceh Darussalam yang terletak di ujung barat Indonesia. Kota ini adalah kota wisata bernuansa Islam dan juga sekaligus kita bisa melihat sisa dari bencana Tsunami yang sangat amat memilukan sekaligus sarat hikmah. Lebih dari 50%  infrastruktur kota ini hancur akibat Tsunami 10 tahun yang lalu. Namun berkat kerja keras dan keteguhan hati masyarakat Aceh, pemerintahan, dan juga bantuan dari dunia internasional maka kota ini di bangun kembali. Banyak cerita dan juga kisah luar biasa terlahir di kota berjulukan Serambi Mekkah ini yanng akan menggugah nurani ketika anda menyusuri kota ini.

Kita mulai dari Mesjid Raya Baiturahman.

Mesjid raya yang menurut sejarah dibangun 1607-1636 M merupakan salah satu saksi bisu berbagai macam sejarah Aceh, dari era kolonial belanda hingga pada saat Tsunami menerjang. Terletak di pusat kota yang menjadi ikon kota Banda Aceh. Mesjid ini masuk dalam daftar salah satu Mesjid terindah di Indonesia, mempunyai empat menara dan sebuah menara induk yang menjulang tinggi, serta memiliki tujuh kubah berwarna hitam. Pada bagian dalam kita bisa menjumpai lantai yang terbuat dari marmer, luasnya mencapai 4.670 m2 ketika pada saat berada di dalam mesjid kita akan merasakan hawa sejuk serta nyaman.




Mesjid Raya Baiturrahman (sumber; Dok. Pribadi)


Menara Induk Mesjid Raya Baiturrahman (sumber; Dok. Pribadi)


Kegiatan Pengajian di Dalam Mesjid (sumber; Dok. Pribadi)


"Perhatian!" (sumber: Dok. Pribadi)

Meseum Aceh – Banda Aceh
Meseum Aceh yang terletak di Jalan Sultan Alaiddin Mahmudsyah Banda Aceh ini merupakan salah satu meseum yang ada di Banda Aceh, yang di dirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda, yang mempunyai koleksi dari peninggalan sejarah Aceh terbagi dari sepuluh koleksi yaitu arkeologi, biologika, etnografika, filologika, geologika, historika, keramonologika, numismatika, seni rupa dan teknologika.



Rumoh Aceh (sumber: Dok. Pribadi)


Lonceng Cakra Donya (sumber: Dok. Pribadi)

Gedung ini digunakan sebagai tempat pertemuan. (Sumber: Dok. Pribadi)


Koleksi Meseum Aceh (sumber: Dok. Pribadi)

Koleksi Museum Aceh (sumber: Dok. Pribadi)


Replika Pesawat Seulawah RI 1.

Lokasi pesawat yang terletak di Lapangan Blang Padang, Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh ini merupakan objek wisata sejarah. Pesawat ini merupakan salah satu bukti dukungan masyarakat Aceh pada saat mempertahankan kemerdekaan yang di beli dari hasil melalui pengumpulan harta pribadi masyarakat Aceh dan saudagar Aceh, dengan harga US$ 120.000.


Replika RI 1 (sumber: Dok. Pribadi)




Replika RI 1 (sumber: Dok. Pribadi)


Replika RI 1 (sumber: Dok. Pribadi)


Kuburan Massal Ulee Lheu – Banda Aceh

Masih terngiang di benak bencana alam gelombang Tsunami beberapa lalu yang memporak poranda kan Aceh dan sekitarnya. Puluhan ribu jiwa meninggal dunia dan infrastruktur pun hancur rata dengan tanah akibat musibah itu. Walaupun bencana itu sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, namun duka itu masih sangat berbekas sampai sekarang dan bahkan sampai nanti. Ulee lheu adalah salah satu desa yang menjadi korban dari bencana tersebut, ribuan orang tewas di desa ini, mulai dari orang dewasa sampai anak-anak tak berdosa juga menjadi korban. Terhitung lebih dari 14.000 korban yang di makam kan di lokasi ini. Karna banyak nya korban tewas sehingga jenazah sulit dikenali pada saat itu dan tidak mungkin di biarkan dalam waktu yang lama, oleh karena itu harus secepatnya di makam kan. Akhirnya jenazah jenazah yang belum di kenali tersebut di makam kan secara massal di sini.



Area Pemakaman Massal (sumber: Dok. Pribadi)


Pintu Gerbang Pemakaman  Massal Ulee Lheu (sumber: Dok. Pribadi)


Lokasi pemakaman massal ini berada di Jl. Pocut baren yaitu lokasi bekas gedung RSUD Meuraxa, letaknya tidak jauh dari pusat kota. Untuk menuju ke lokasi ini kita dapat menggunakan angkutan umum yang biasa di sebut oleh masyarakat Aceh yaitu Labi-labi, pengunjung dapat naik melalui terminal Keudah dengan jurusan Keudah – punge – ulee lheu, dengan tarif sebesar 2000 rupiah.

Kuburan Massal Anak-Anak (sumber: Dok. Pribadi)


Kuburan Massal Dewasa (sumber: Dok. Pribadi)


Mesjid Baiturrahim – Banda Aceh

Kurang lebih 300 meter dari pemakaman massal kita dapat menjumpai salah satu mesjid yang juga bersejarah di Banda Aceh yaitu Mesjid Baiturrahim. Mesjid yang terletak dekat dengan bibir pantai ini menyimpan banyak sejarah dan juga menjadi saksi bagaimana dahsyatnya  bencanaTsunami tersebut. Banyak wisatawan menyempatkan diri untuk shalat di mesjid ini, tak usah heran kalau anda menjumpai wisatawan dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri sekalipun.


Mesjid Baiturrahim (sumber: Dok. Pribadi)

Mesjid Baiturrahim (sumber: Dok. Pribadi)

Pintu Gerbang Mesjid Baiturrahim (sumber: Dok. Pribadi)


Meseum Tsunami – Banda Aceh

Tentu kita masih ingat tentang bencana Tsunami yang terjadi beberapa tahun silam, bencana yang luar biasa hebat dan menghancurkan setengah dari kota Banda Aceh. Nah untuk mengenang peristiwa tersebut di bangunglah sebuah Meseum yang megah di beri nama Meseum Tsunami. Salah satu tempat yang wajib anda kunjungi ketika berada di kota Banda Aceh. 



Area Dalam Meseum Tsunami (sumber: Dok. Pribadi)


Koleksi Lukisan Tsunami (sumber: Dok. Pribadi)

Terdapat Tempat Penjualan Souvenir Khas Aceh (sumber: Dok Pribadi)


Pengunjung Dari Berbagai Daerah (Sumber: Dok. Pribadi)

Ruangan Nama-Nama Korban Tsunami dan Di Atas nya Terdapat Lafas Allah. (sumber: Dok. Pribadi)

Area Luar Meseum (sumber: Dok. Pribadi)

Pinto Khop – Banda Aceh

Pasti setelah mendengar nama ini anda akan bertanya-tanya, kenapa bisa aneh begitu namanya? Yap, Pinto Khop ini adalah nama salah satu objek di sebuah taman, taman yang sering menjadi salah satu tempat yang banyak di kunjungi oleh warga kota Banda Aceh dan sekitarnya. Letaknya tak jauh dari Mesjid Raya Baiturrahman yaitu di Jl. Nyak Kamil 1, cukup mudah untuk menemukan taman ini. 



Pinto Khop (sumber: Dok. Pribadi)

Pinto Khop (sumber: Dok. Pribadi)

Jembatan Gantung yang terdapat di area taman Putro Phang ini (sumber: Dok. Pribadi)



Gunongan – Banda Aceh
Tak jauh lokasinya dari taman Putro Phang kita bisa langsung dapat menemukan tempat wisata sejarah ini. Nah, kenapa disebut Gunongan? Pasti kalian penasaran kan? Gunongan itu artinya gunung kecil (gunung-gunungan) yang berasal dari bahasa Melayu, yang di bangun oleh Sultan Iskandar Muda untuk istrinya Putro Phang.

Untuk pengunjung yang ingin bertanya-tanya tentang sejarah dari tempat wisata ini maka dengan senang hati bapak penjaga akan membantu menjawab dan menerangkan nya secara rinci.





Area Tempat Wisata Gunongan (sumber: Dok. Pribadi)


(sumber: Dok. Pribadi)


Koleksi Benda-Benda Peninggalan Sejarah (sumber: Dok. Pribadi)


(sumber: Dok. Pribadi)


Makam Sultan Iskandar Muda – Banda Aceh

Makam seorang Sultan yang arif dan juga bijaksana ini merupakan tokoh yang penting di Aceh. Makam ini letaknya di samping gedung Juang dan juga berdekatan dengan pendopo Gubernur Aceh, kelurahan Peuniti, kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

Makam Sultan Iskandar Muda (sumber: Dok. Pribadi)


Makam Sultan Iskandar Muda (sumber: Dok. Pribadi)

Makam Sultan Iskandar Muda (sumber: Google)

 Monumen kapal PLTD Apung – Banda Aceh

Kapal besar PLTD apung ini juga salah satu saksi bisu terjadinya bencana Tsunami 10 Tahun silam. Kapal dengan berat sekitar 2.600 ton, memiliki panjang 63 meter dan luas 1.900 meter persegi ini di terjang gelombang Tsunami sejauh 5 KM dan terdampar di daerah Punge Blang Cut kota Banda Aceh.  Pemerintah kota Banda Aceh melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banda Aceh mengelola tempat ini menjadi salah satu kawasan wisata sejarah. Menurut sumber dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banda Aceh mengatakan kapal ini di bawa ke Banda Aceh untuk mensuplai kebutuhan listrik di kota ini. Karena pada masa itu masih terjadinya konflik antara GAM dan RI, begitu banyak tiang-tiang yang di robohkan sehingga pasokan listrik menjadi berkurang serta terhambat.


(sumber: Dok. Pribadi)

Monumen Tsunami dan Nama-Nama Korban (sumber: Dok. Pribadi)

Pemandangan Dari Atas Kapal PLTD Apung (sumber:: Dok. Pribadi)

PLTD Apung 1 (sumber: Dok. Pribadi)



Makam Kerkhof Peutjut – Banda Aceh

Pasti anda penasaran kan dengan nama komplek pemakaman ini. Makam yang terletak di Jln. Teuku Umar, desa blower, Banda Aceh ini merupakan makam tentara Belanda yang terbesar kedua di dunia dan maka dari itu namanya juga di ambil dari bahasa Belanda dan Bahasa Aceh, Kerkoff yang artinya  secar harfiah adalah Halaman Gereja dan Peutjut yang artinya Putra kesayangan dalam Bahasa Aceh. Komplek pemakaman ini juga merupakan salah satu saksi sejarah Aceh melawan Belanda pada masa itu. 





Area Dalam Komplek Pemakam (sumber: Google)

Pintu Gerbang Pemakaman Kerkhof Peutjut (sumber: Google)

Area Dalam Pemakaman (sumber: Google)


Kapal Apung Lampulo – Banda Aceh

Mungkin kita semua tau dengan kapal yang satu ini, kapal yang biasa di gunakan nelayan untuk melaut. Yang membuat kapal ini berbeda dengan kapal-kapal laut lain pada umumnya adalah letaknya yang tak biasa yaitu di atas sebuah rumah warga. Mengejutkan bukan? Kapal yang beratnya lebih dari 60 ton ini di terjang ke daratan oleh gelombang Tsunami sejauh 3 KM.

Letaknya di Jln. Tanjung, Lampulo, Kuta Alam, Banda Aceh, tidak ada angkutan umum atau yang biasa di sebut Labi-labi ketempat ini, pengunjung dapat menggunakan becak motor yang bisa di jumpai di terminal, pusat kota dan di jalan-jalan sekitar. Dengan tarif sekitar 20.000 rupiah.





Kapal di Atas Rumah Warga (sumber: Dok. Pribadi)

Kapal  Apung Lampulo (sumber: Dok. Pribadi)

Kapan Apung Lampulo (sumber: Dok. Pribadi)

Kapal Apung Lampulo (sumber: Dok. Pribadi)


Selain itu di kota Banda Aceh tercinta ini, pengunjung juga bisa menyaksikan tari-tarian dan kesenian lainya dari berbagai daerah di Aceh, seperti Tari Saman, Tari Ranup Lampuan, Tari Likok Pulo, Tari Tarek Pukat, Tari Rapa’i Geleng, Tari Laweut, Tari Pho dan masih banyak kesenian- kesenian Aceh lain yang di tampilkan di berbagai event di kota ini.

Foto dan video bermacam kesenian Aceh yang di tampilkan di Banda Aceh.




Tari Saman di PKA 6 Banda Aceh





                                                 
Kesenian Debus Aceh Selatan Yang di Tampilkan di Banda Aceh





                                                  
Gelar Seni Budaya Aceh di Taman Budaya Banda Aceh




                                                  
Rapai Geleng




Tari Likok Pulo (sumber: Google)

Tari Rapa'i Geleng (sumber: Google)

Tari Rapa'i Geleng (sumber: Google)

Tari Saman (sumber Google)


Tari Saman (sumber: Google)




Sekian dulu ya teman-teman semoga bermanfaat, oh iya ucapan terimakasih tak terhingga juga penulis sampaikan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banda Aceh yang telah menyelengarakan lomba Banda Aceh Blog Competition 2014 yang luar biasa Kerreeeeeeeeen, demi memajukan pariwisata di kota Banda Aceh, dan juga kepada seluruh pembaca. Terimakasih Banyak.

Akhirnya selamat datang dan selamat berwisata di Banda Aceh. Daaaadahhhhh!




                                                  





10 komentar:

  1. Menarik serta edukatif dan inspiratif. Suatu hari saya akan berkunjung ke kota ini. :))

    BalasHapus
  2. Blog yang menarik.. Good Job.. :)

    Please Coment at http://travellingsejati2014.blogspot.com/2014/04/indahnya-hidup-dalam-kebersamaan-di.html

    BalasHapus
  3. Mantap Banget Tulisan ya.
    Destinasi Lengkap Aceh cuma Ada di : http://acehplanet.com/

    BalasHapus
  4. Bagus artikel nya, jangan lupa mampir kemari ya : http://bandaacehvisit.blogspot.com/2014/04/banda-aceh-icon-para-cendekia-aceh.html

    BalasHapus
  5. Undangan Menjadi Peserta Lomba Review Website berhadiah 30 Juta.

    Selamat Siang, setelah kami memperhatikan kualitas tulisan di Blog ini.
    Kami akan senang sekali, jika Blog ini berkenan mengikuti Lomba review
    Websitedari babastudio.

    Untuk Lebih jelas dan detail mohon kunjungi http://www.babastudio.com/review2014


    Salam
    Baba Studio

    BalasHapus